Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

1.1.a.3. Mulai dari Diri - Modul 1.1

Pemikiran Ki Hajar Dewantara Mengenai Pendidikan dan Pengajaran Semua orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan pasti mengenal Ki Hajar Dewantara. Tokoh  yang dijuluki Bapak Pendidikan Nasional ini mempunyai nama asli  Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.  Semangat dan kemajuannya dalam berpikir membuat beliau layak dijadikan tauladan bagi  pendidik di seluruh negeri ini. Menurut Ki hajar Dewantara seorang pendidik yang baik harus tahu bagaimana cara mengajar, memahami karakter peserta didik dan mengerti tujuan pengajaran. Jika semua itu terpenuhi maka peserta didik kita akan menjadi sosok yang berpengetahuan hebat secara intelektual, karakter, dan semangat membangun bangsa. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Dalam hal ini pengajaran melibatkan seorang guru dengan peserta didik. Seorang pengajar dikatakan sukses...

1.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Gambar
  Sekilas tentang Ki Hajar Dewantara Ki Hajar Dewantara adalah Bapak Pendidikan Indonesia yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Ki Hajar Dewantara merupakan seorang aktivis gerakan kemerdekaan Indonesia, politikus, kolumnis, dan pelopor pendidikan bangsa Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Berkat perjuangannya, hari kelahirannya pada 2 Mei diperingati sebagai Hari pendidikan Nasional setiap tahunnya. Pendidikan Berdasarkan Pemikiran dan Teori Ki Hajar Dewantara Pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pendidik itu  hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak. Pendidikan hanya membimbing, mengarahkan, dan memaksimalkan potensi yang ada pada mereka.   Pendidikan menghamba pada anak. Artinya semua pembelajaran berpusat pada murid. Guru hanya sebagai fasilitator. Guru membebaskan murid untuk berkreasi dan mengembangkan ...